Thursday, January 1, 2015

Berapa Sih Biaya Untuk Membuat Sebuah Smartphone?


Pernah gak terpikirkan, berapa sih biaya untuk bikin smartphone kamu? Apa memang sesuai harganya? atau bisa saja sengaja dibuat mahal? Faktanya,  untuk membeli komponen-komponen untuk smartphone kelas High-End, tidak memerlukan biaya hingga berjuta-juta. Lalu bagaimana bisa harga smartphone High-End bisa sangat mahal harganya? Nah beginilah penjelasannya.


Smartphone yang akan kita ulas pertama adalah iPhone 5. Berdasarkan data dari Digital Trends, berikut adalah biaya material yang diperlukan untuk membuat iPhone 5.

  1. Memory (16 GB) & RAM = $20.85 = Rp. 247.877,65 ~ Rp. 248.000
  2. Layar Touch Screen = $44.00 = Rp. 501,996 ~ Rp. 502.00
  3. Prosesor = $17.50 = Rp. 199.657,5 ~ Rp. 199.500
  4. Sensor = $6.50 = Rp. 74.158,5 ~ Rp. 74.000
  5. Kamera = $18.00 = Rp. 205,362 ~ Rp. 205.000
  6. Radio Selular = $34.00 = Rp. 387.906 ~ Rp. 388.000
  7. Radio Wireless = $5.00 = Rp. 57.045 ~ Rp. 57.000
  8. Baterai = $4.50 = Rp 51.340,5 ~ Rp. 51.000
  9. Pengatur Daya = $8.50 = Rp. 96.976,5 ~ Rp. 97.000
  10. Part Mekanik = $33.00 = Rp. 376.497 ~ Rp. 376.500
  11. Pengemasan = $7.00 = Rp. 79.863 ~ Rp. 80.000
  12. Produksi = $8.00 = Rp. 91.272 ~ Rp. 91.000
  13. Lisensi = $20.00 = Rp. 228.180 ~ Rp. 228.000
Total biaya untuk membuat sebuah iPhone 5 sebesar $226.85 ~ Rp. 2.597.000 (atau Rp. 2.822.500 jika menggunakan kurs 1 Januari 2015). Sedangkan saat peluncuran pertama kali, harga iPhone 5 bisa tembus hingga Rp. 8 Juta, hingga Rp 10 Juta. 

Cat : Penghitungan menggunakan kurs US Dollar ke Rupiah pada tahun rilis iPhone 5 (20 September 2013) dengan 1 USD = Rp. 11.409. Selain itu, saya membulatkan harga agar lebih nyaman dipandang.

Sekarang kita bandingkan dengan biaya pembuatan Samsung Galaxy S4
  1. Memory + RAM ( 16 GB + 2 GB) = $28.00 = Rp. 273.560 ~ Rp. 273.500
  2. Layar (5" 1080p Super AMOLED Gorila Glass 3) = $75.00 = Rp. 732.750 ~ Rp. 733.000
  3. Prosesor (Exynos 5 Octa 5410) = $30.00 = Rp. 293.100 ~ Rp. 293.000
  4. Camera (13 MP + 2 MP) = $20.00 = Rp. 195.400 ~ Rp. 195.500
  5. Wireless Section = $16.00 = Rp. 156.320 ~ Rp 156.000
  6. Sensor = $16.00 = Rp. 156.320 ~ Rp. 156.000
  7. WLAN/BT/FM/GPS = $9.00 = Rp. 87.930 ~ Rp. 88.000
  8. Pengatur Daya = $8.00 = Rp. 78.160 ~ Rp. 78.000
  9. Baterai (3.8 V, 2600 mAH + NFC) = $ 5.60 = Rp. 54.712 ~ Rp. 55.000
  10. Part Mekanik = $22.00 = Rp. 214.940 ~ Rp. 215.000
  11. Box + Isi = $6.00 = Rp. 58.620 ~ Rp. 58.500
  12. Produksi = $8.50 = Rp. 83.045 ~ Rp. 83.000
Total biaya untuk membuat sebuah Samsung Galaxy S4 sebesar $244.10 ~ Rp. 2.384.500 (atau Rp. 3.037.000 jika menggunakan kurs 1 Januari 2015). Dan saat peluncuran pun, harga Samsung Galaxy S4 mencapai hingga Rp. 8 Juta lebih.

Cat : Penghitungan menggunakan kurs US Dollar ke Rupiah pada tahun rilis Samsung Galaxy S4 (26 April 2013) dengan 1 USD = Rp. 9.770. Data biaya part Samsung Galaxy S4 diambil dari GSMArena. Selain itu, saya membulatkan harga agar lebih nyaman dipandang.
"Wow, ternyata saya kemahalan beli smartphone. Wah curang nih ngejual smartphone sampe berkali-kali lipat dari biaya aslinya. Wah ga adil ni, harusnya dijual dengan harga sewajarnya saja"
Mungkin kita akan berpendapat seperti demikian setelah tahu berapa harga produksi sesungguhnya. Tapi jangan salahkan produsen dulu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga Smartphone bisa melonjak naik hingga berkali-kali lipat dari harga produksinya.

1. Faktor Biaya Research and Development

   Untuk membuat sebuah produk, diperluka sebuah uji coba berkali-kali hingga akhirnya produk tersebut tercipta. Sebelum smartphone dijual dipasaran, pihak produsen tentunya akan membuat sebuah proto-type terlebih dahulu untuk diuji di dalam perusahaan. Untuk melakukan pengujian, tentu akan memerlukan biaya yang sangat mahal. Perusahaan Apple sampai mengeluarkan hingga $1.81 Milyar ( atau setara Rp. 22,5 Trilliun) untuk membiayai departemen R&D.

  Pengembangan dari sebuah smartphone dapat meliputi hardware dan software. Untuk menciptakan sebuah smartphone yang tipis, tentunya memerlukan sebuah desain yang sangat kompak. Selain itu, kita juga bisa menemukan smartphone yang tahan air, debu, atau bahkan benturan. Dan bagi yang mengerti elektronik, tentu tahu bagaimana kompleksnya membuat PCB sekecil mungkin dengan optimasi daya dari baterai yang sesuai. Sehingga smartphone didesain sedemikian rupa sehingga terciptalah sebuah smartphone yang kompak, cepat, hemat, dan enak dilihat. Tentunya dalam merencanakan desain tersebut memerlukan ilmu yang sangat luas dan biaya untuk pengujian.

    Setelah hardware sudah okey, selanjutnya adalah memasukan Sistem Operasi ke dalam smartphone tersebut. Meski kita memiliki smartphone dengan spesifikasi tertinggi sekalipun, akan percuma jika didukung dengan sistem operasi yang buruk. Sehingga produsen harus merancang agar sistem operasi. Sehingga, perusahaan harus membayar orang agar Sistem Operasi dapat berjalan secara optimal di smartphone yang kamu pegang sekarang. Dan tentunya, produsen besar seperti Samsung, Sony, atau LG, tidak akan mau memiliki sistem operasi yang sama, dengan fitur yang sama satu sama lain. Sehingga mereka mengembangkan Android dengan versi mereka dengan fitur tambahan khas masing-masing merk. Dan tentunya ini akan memerlukan ilmu dan juga biaya dalam pengembangan.

   Memang Sistem Operasi Android gratis. Tapi agar bisa diisi dengan aplikasi google (seperti Play Store, Gmail, Keep, dll.), produsen harus membayar $0.75 untuk setiap smartphone. Jadi kalo kamu ingin memproduksi 100 smartphone, kamu harus bayar $75 ke google untuk lisensi aplikasi google.

2. Faktor Administrasi, Pemasaran, dan Operasional Perusahaan

   Untuk membuat smartphone, tentu diperlukan mesin untuk memproduksi. Selain itu, diperlukan juga manusia untuk mengoperasikannya. Mesin dan manusia memerlukan energi dalam bekerja. Dan energi tersebut memiliki biaya. Sehingga, hasil penjualan smartphone setidaknya bisa menutupi biaya operasional perusahaan.

   Setelah smartphone diproduksi, kita tidak bisa langsung memasarkannya. Kita harus mendaftarkan terlebih dahulu smartphone yang akan dijual dan mendapatkan ijin dari pemerintah setempat. Smartphone yang akan kita jual akan diuji kelayakannya. Sehingga akan memakan biaya tambahan untuk administrasi smartphone yang akan kita jual.

   Setelah smartphone kita siap jual, tentunya harus dipasarkan agar dikenal oleh orang banyak. Dan lagi-lagi untuk mengiklankan sebuah produk, kita harus mengeluarkan biaya.

3. Faktor Bea Cukai dan Transportasi

   Karena kebanyakan smartphone di Indonesia berasal dari luar negeri, maka setiap smartphone akan dikenakan pajak dan juga ongkos kirim. Yang biasanya, biaya pajak tersebut menyebabkan harga smartphone menjadi naik. Makanya smartphone black market dijual sangat murah, karena smartphone tersebut tidak melewati proses administrasi dan bea cukai.

4. Profit Perusahaan

  Kalo kamu membeli bahan-bahan donut seharga Rp. 1000 untuk satu donatnya, apakah kamu akan mejualnya dengan harga Rp. 1000 juga? tentunya tidak. Pasti akan dijual seharga Rp. 1.500 atau Rp. 2.000. Sehingga perusahaan pun akan memberikan biaya tambahan sebagai profit untuk perusahan.

5. Profit Distributor

   Distributor yang menjual smartphone tentunya juga menginginkan keuntungan. Setiap retailer akan memberikan harga lebih sebagai profit dari retailer tersebut. Biasanya kalo beli sebuah produk langsung dari pabriknya akan lebih murah. 

Nah dengan demikian, jangan heran kalo harga Samsung Galaxy S5, atau Sony Xperia Z3, atau LG G3, bisa mencapai hingga Rp. 8 Jutaan. Walau sebenarnya biaya untuk membuatnya bisa saja tidak lebih dari Rp. 4 Juta. Tapi karena banyaknya faktor seperti diatas makanya harganya menjadi melambung tinggi.

Cat : Hal-hal yang saya tulis diatas merupakan hasil buah pikiran saya. Yang beberapa saya ambil dari artikel-artikel di internet, sebagian dari hasil pengamatan, sebagian juga berasal dari pengalaman saya berada di suatu perusahaan. Jika memang ada ketidaksesuaian saya memohon maaf, karena ya ilmu saya juga belum tinggi. Jadi mohon dimaklum :)

Terima kasih telah membaca :)

Sumber

No comments:

Post a Comment